HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Harga Obat-Obatan Melonjak Naik bagi Pasien Pemulihan Covid-19

Foto: REUTERS/Jon Nazca
PAREPAREUPDATE - Masa Pandemi covid-19 harga obat-obatan untuk pemulihan pasien covid-19 melonjak naik disejumlah wilayah penerapan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (KPPM) Darurat berlangsung.

Hasil survei Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sejumlah obat Ivermectin, Favipirapir hingga Azithromycin melampaui batas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK 01.07/MENKES/4826/2021 tentang HET Obat dalam masa pandemi covid-19. 

Direktur KPPU M Zulfirmansyah mengatakan survei tersebut bertujuan  sebagai bentuk pengawasan, terutama terkait dengan pencegahan penyalahgunaan posisi dominan yang dapat menyebabkan kenaikan harga hingga kelangkaan pasokan di pasar.

"Terjadi kekosongan stok obat yang dimaksud dalam keputusan tersebut dan juga ditemukan harga-harga yang melewati HET. Ini menjadi concern kami. Sebagaimana diketahui HET adalah batas tertinggi dari penetapan harga, di sini sudah termasuk keuntungan sehingga seharusnya tidak lebih tinggi," ujarnya dalam Forum Jurnalis KPPU, Rabu (7/7).

Dalam paparan Para Kepala Kantor Wilayah (PKKW) tersebut kenaikan harga Ivermectin tertinggi terjadi di wilayah DKI Jakarta untuk Ivermectin 12 mg kapsul, rata-rata harga mencapai Rp.59.000 ribu per tablet dari HET Rp7.500 per tablet.

Wilayah Jawa Timur, harga obat tersebut naik sekitar 20% menjadi Rp.9.000 per butir, sementara di Lampung harganya di kisaran Rp.10.000 ribu.

Kemudian, harga obat Favipirapir 200 mg tablet dijual Rp.55.000 ribu sampai Rp.80.000 ribu per butir di Jakarta atau di atas HET Rp22 ribu.

Di Jawa Timur, harga obat tersebut naik 20% dari HET jadi Rp.27.000 ribu. Sementara, di Lampung harganya Rp.22.000-Rp.65.000 ribu dan di Bangka Belitung Rp.22.500-Rp.63.150. 

Kenaikan harga juga terjadi pada obat Azithromycin 500 mg (tablet). Di Jakarta obat tersebut dijual di kisaran Rp.15.000 ribu-Rp.19.000 ribu per tablet di atas HET Rp1.700 per tablet. 

Di Jawa Timur harganya naik 174,36% jadi Rp.4.664 per tablet. Kemudian harga Azithromycin 500 mg di Lampung Rp.12.400 per tablet, Bengkulu Rp.10.000 ribu per tablet, Bangka Belitung Rp.8.400 per tablet, dan Jambi Rp.13.500 per tablet. Dikutip di CNN Indonesia.

(Am)