HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sri Mulyani Tegaskan, Indonesia Harus Utang Lagi

PAREPAREUPDATE - Perkembangan Covid-19 di Indonesia kian hari meningkat,hingga saat ini sudah ribuan masyarakat Indonesia meninggal dunia akibat terpapar covid-19.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebutkan pandemi yang tak kunjung melandai membuat Indonesia harus mengutang lagi kepada Negara lain.

Ada beberapa alasannya mengapa Indonesia harus mengutang lagi menurut Menteri Keuangan.Pertama,untuk menutup defisit yang membengkak sebab pengeluaran pemerintah yang besar.

Kedua, penanganan anggaran kesehatan yang perlu dibutuhkan.Ditambah lagi pandemi tak melandai mengakibatkan resiko sistem perekonomian yang rusak.

Ketiga, pemerintah perlu mendanai sejumlah program jaring pengaman sosial.Sebab,dimasa pandemi masyarakat menengah ke bawah mengalami kesulitan dalam perekonomian.

Melalui siaran YouTube Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risik (DJPPR) Kementerian Keuangan,Minggu (25/7) Sri Mulyani menjelaskan kebutuhan yang perlu ditingkatkan dimasa sulit ini.

"Kebutuhan untuk meningkatkan anggaran di bidang kesehatan, bantuan sosial bantu masyarakat, dan bantu daerah. Hal ini terjemahannya adalah suatu beban APBN yang luar biasa, kami di Kementerian Keuangan merespon dengan apa pun kita lakukan untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian Indonesia," jelasnya.

Ketua Badan Anggaran DPR RI (Banggar), Said Abdullah mengungkapkan pemerintah memang perlu mengutang lagi,sebab tambahan utang itu akan digunakan untuk penambahan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencakup pembiayaan insentif kesehatan, vaksinisasi, dan bantuan sosial.

Sebagai informasi melalui kompas money,utang pemerintah pada akhir tahun 20210 sebesar Rp 6.074,56 triliun, naik pesat dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp 4.778 tirliun. Utang tersebut membuat defisit fiskal tembus 6,1 persen dari PDB pada tahun 2020. 

(am)