HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Waspada! Pegasus Melalui WhatsApp

PAREPAREUPDATE - Kasus Pegasus kini menjadi perbincangan Dunia,beredar kabar bahwa malware mata-mata (spyware) dapat membobol ribuan data dan melakukan pengawasan di ponsel orang.

Spyware pegasus ini sudah dialami oleh tokoh-tokoh penting dunia. Pegasus itu menargetkan pejabat pemerintah, jurnalis, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), pengacara.

Perlu diketahui pegasus merupakan produk spyware yang didesain untuk memantau semua kegiatan pengguna ponsel, seperti SMS, email, data lokasi, riwayat browsing, panggilan telepon, dan lainnya.

Spyware ini bisa menginfeksi melalui tautan yang dikirim lewat SMS. Pegasus biasanya digunakan pemerintah dan badan intelijen.

Spyware ini menyerang semua jenis perangkat gadget yang menjalankan sistem operasi iOS maupun Android. Namun, spyware pegasus akan hancur dengan sendirinya jika ditanam di perangkat yang bukan target mereka.

Software spyware pegasus tersebut bisa digunakan untuk menyalin data dan bahkan menghidupkan mikrofon atau kamera pada ponsel untuk membuat rekaman secara rahasia.

Pegasus ini mengeksploitasi celah keamanan WhatsApp (WA) sehingga dapat mengambil alih perangkat ponsel. Disebutkan bahwa para pengguna WA perlu memperbaharui sistem operasi di setiap aplikasinya.

Beredar kabar bahwa produk itu merupakan vendor spyware asal Israel yakni NSO Grup dan perangkat lunak yang dimaksud adalah spyware pegasus.

Banyak pelanggan NSO Group adalah pemerintah yang mengatakan mereka ingin perangkat lunak untuk mengawasi teroris dan memerangi kejahatan serius.

(am)