HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Jelang Pemilu 2024, Enam Anggota PPS Jeneponto Mundur, ini Alasannya

Dr Sapriadi Saleh, Komisioner Divisi Sosialisasi, Parmas dan SDM, KPU Jeneponto, Sulsel


PORTALINDEPENDEN.COM - Sebanyak enam anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di KPU Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) memundurkan diri sebagai penyelenggara pemilu tahun 2024.

Hal ini disampaikan Komisioner Divisi Sosialisasi, Parmas dan SDM, KPU Jeneponto, Dr Sapriadi Saleh di Kantornya Jl Pahlawan, Kecamatan Binamu. 

"Sejauh ini ada enam anggota PPS yang memundurkan diri atas keinginannya sendiri," ujarnya, Sabtu (8/7/2023).

Ia menyebutkan, enam angggota PPS tersebut berasal dari lima kecamatan.

Dua diantaranya berasal dari kecamatan yang sama.

"Kecamatan Binamu ada dua orang yakni dari Kelurahan Monro-monro dan Bontoa, kemudian Kecamatan Bangkala, Turatea, Kelara dan Rumbia masing-masing satu orang," ucapnya. 

Ia menuturkan, alasan PPS itu mundur karena mendapat pekerjaan di tempat lain.

Sisanya, karena sakit dan pekerjaan ganda di instansi sebelumnya.

"PPS yang di Bontoa itu memundurkan diri karena diterima kerja di Morowali, dua orang berikutnya karena kerja di Badan Pusat Statistik (BPS), yang lainnya juga karena alasan kerja dan hanya satu orang yang sakit," jelasnya.

"Jadi kalau pelanggaran etik alhamdulillah tidak ada," tambahnya. 

Dikatakan, enam anggota PPS tersebut telah digantikan oleh PPS cadangan dengan status Pengganti Antar Waktu (PAW).

Mereka dilantik oleh Ketua KPU Jeneponto, Muhammad Alwi. 

"Yang di PAW itu adalah cadangan yang menempati peringkat berikutnya pada saat tes wawancara rekrutmen PPS," tutupnya

Untuk diketahui, sebanyak 339 anggota PPS yang ada di Jeneponto.

Mereka tersebar di 113 desa/kelurahan dari total 11 kecamatan. 

Masing-masing desa/kelurahan ditempatkan tiga orang anggota PPS.


#Ilham