Michelin Sallata, Pemudi Toraja yang Gaungkan Perdamaian di Forum PBB
PORTALINDEPENDEN.COM, TORAJA - Sosok Michelin Sallata kini tampil sebagai salah satu wajah pemuda Toraja yang berkiprah di tingkat global. Perempuan muda asal Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini mendapat kepercayaan untuk menjadi delegasi Indonesia dalam Asia-Pacific Sustainable Development Forum (APFSD) 2026.
Forum tersebut diselenggarakan pada 24–27 Februari 2026 di kantor United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP) di Bangkok, Thailand, dan berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Michelin dikenal sebagai penggagas Poros Muda untuk Aksi Bersama (POMANARA) serta menjabat Ketua Yayasan PADOLO Toraja Mengabdi. Melalui kedua organisasi tersebut, ia aktif mendorong gerakan anak muda dalam berbagai isu strategis, mulai dari kepemudaan, pencegahan kekerasan seksual, kesetaraan gender, isu lingkungan dan perubahan iklim, hingga keterlibatan pemuda dalam proses kebijakan publik.
Saat ini, Michelin sedang melanjutkan studi Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pendidikan sarjananya ditempuh di Universitas Kristen Satya Wacana, tempat ia aktif berorganisasi melalui Badan Perwakilan Mahasiswa di tingkat fakultas maupun universitas.
Dorongan untuk mendirikan organisasi berangkat dari kegelisahan Michelin melihat terbatasnya ruang partisipasi anak muda dalam pengambilan keputusan. Ia menilai generasi muda masih kerap diremehkan dan dianggap belum cukup matang untuk menyampaikan gagasan.
“Alasan saya membangun organisasi karena suara anak muda masih sering dipersempit. Kami sering dianggap kurang pengalaman saat berbicara. Situasinya bahkan lebih menantang bagi perempuan muda,” kata Michelin, Kamis (26/2/2026).
Pengalaman pribadi juga mempertegas komitmennya memperjuangkan kesetaraan. Ia pernah menerima pernyataan diskriminatif saat berdiskusi dengan sesama pemuda Toraja.
“Pernah ada yang berkata, ‘Perempuan itu ke dapur saja, itu kerja kalian.’ Dari situ saya semakin sadar bahwa diskriminasi terhadap perempuan masih nyata, bahkan dalam ruang diskusi sederhana,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik bagi Michelin untuk terus menyuarakan keadilan serta menciptakan ruang aman bagi perempuan dan generasi muda. Melalui Yayasan PADOLO Toraja Mengabdi dan POMANARA yang jaringannya telah menjangkau hingga Halmahera Utara ia mengajak pemuda terlibat aktif dalam isu sosial, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Keikutsertaannya dalam APFSD 2026 menjadi penanda penting kehadiran pemuda Toraja di forum regional Asia-Pasifik. Bagi Michelin, generasi muda bukan sekadar sasaran kebijakan, melainkan mitra penting dalam membangun masa depan yang adil, setara, dan berkelanjutan.
