Gereja Ambil Sikap, PP SMGT: Ini Bentuk Kasih dan Kepedulian
PORTALINDEPENDEN.COM, TORAJA, Aksi demonstrasi yang terjadi di Kantor Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja di Toraja Utara belakangan ini menjadi perhatian publik. Menanggapi situasi tersebut, Pengurus Pusat SMGT melalui Pdt. Syukur Matasak menegaskan bahwa gereja tidak seharusnya dijadikan pihak yang disalahkan dalam polemik yang berkembang.
Dalam pernyataannya, PP SMGT menilai bahwa langkah yang diambil oleh BPS Gereja Toraja merupakan bagian dari upaya menjaga ketentraman serta masa depan generasi muda. Namun, upaya tersebut justru mendapat penolakan dan dipandang negatif oleh sebagian pihak.
Menurut mereka, realitas di lapangan menunjukkan bahwa dampak dari praktik arena tedong petarung sangat memprihatinkan. Banyak anak-anak, khususnya remaja, dilaporkan meninggalkan sekolah untuk terlibat sebagai tim hore, penjaga kerbau petarung, hingga menjadi penonton yang kerap kehilangan kontrol saat berada di arena.
PP SMGT juga menyoroti praktik perjudian yang dinilai masih melekat dalam kegiatan tersebut. Padahal, dalam setiap penerbitan surat izin keramaian, secara tegas disebutkan bahwa kegiatan dapat dibubarkan apabila melanggar ketentuan, termasuk jika terjadi perjudian.
“Hal ini menunjukkan bahwa pihak yang turut membongkar arena pada dasarnya menyadari bahwa praktik tersebut tidak benar atau melanggar aturan,” demikian pernyataan yang disampaikan.
Lebih lanjut, PP SMGT mempertanyakan sikap sebagian pihak yang justru menyalahkan gereja. Mereka menilai bahwa jika pembongkaran dilakukan, maka hal itu merupakan bentuk kesadaran bahwa kegiatan tersebut memang tidak baik.
Sebaliknya, PP SMGT menyatakan dukungan penuh terhadap langkah BPS Gereja Toraja. Mereka mengapresiasi kepedulian gereja dalam memikirkan masa depan masyarakat Toraja, khususnya generasi muda.
“Semua pemimpin agama dan pemerintah di Toraja pada dasarnya mengetahui dan menyadari bahwa dampak tedong petarung sangat berbahaya,” lanjut pernyataan tersebut.
PP SMGT menegaskan bahwa upaya pembinaan, pengajaran, dan pendampingan terhadap anak-anak akan sulit berhasil jika praktik perjudian masih terus terjadi di lingkungan mereka. Lingkungan, menurut mereka, memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan dan pembentukan karakter generasi muda.
Sebagai penutup, PP SMGT menyampaikan apresiasi kepada BPS Gereja Toraja serta semua pihak yang mendukung langkah tersebut demi kebaikan bersama.
“Terima kasih kepada BPS Gereja Toraja dan semua yang mendukung. Salama’,” menutup pernyataannya.
