HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kuota Sekolah Unggulan Sulsel Disorot, Sejumlah SMA Tak Terima Siswa Laki-Laki


PORTALINDEPENDEN.COM,  MAKASSAR - Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan kuota penerimaan murid baru untuk satuan pendidikan pelaksana layanan keunggulan tahun ajaran 2026/2027. Dalam lampiran keputusan tertanggal 20 April 2026 itu, ditemukan sejumlah sekolah unggulan tidak membuka kuota bagi siswa laki-laki.

Berdasarkan data kuota, beberapa sekolah hanya menerima siswa perempuan dengan jumlah yang cukup signifikan. Di antaranya, SMAN 5 Parepare yang ditetapkan sebagai sekolah layanan keunggulan berasrama, hanya menyediakan kuota 120 siswa perempuan tanpa alokasi untuk laki-laki.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan. SMAN 5 Gowa hanya menerima 110 siswa perempuan, sementara SMAN 11 Pinrang membuka kuota 120 siswa perempuan tanpa penerimaan siswa laki-laki. Kebijakan ini berbeda dengan beberapa sekolah lain yang masih membagi kuota antara laki-laki dan perempuan secara seimbang.

Di Kota Makassar sendiri, terdapat variasi kebijakan. SMAN 17 Makassar, misalnya, memiliki total kuota besar mencapai 330 siswa, namun tetap menyediakan porsi berbeda antara laki-laki dan perempuan dalam skema layanan keunggulan.

Penetapan kuota ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah provinsi dalam mengatur pelaksanaan sekolah layanan keunggulan, termasuk yang berbasis asrama. Namun, tidak dijelaskan secara rinci alasan di balik tidak dibukanya kuota bagi siswa laki-laki di beberapa sekolah tersebut.

Kebijakan ini berpotensi menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya terkait asas pemerataan akses pendidikan bagi seluruh siswa tanpa membedakan gender.