HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Kemana APH? Oknum Polisi Diduga Jadi Bos Mafia BBM di Jeneponto, Aktivitas Disebut Sudah 4 Tahun Berjalan

PORTALINDEPENDEN.COM, JENEPONTO - Dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di wilayah pesisir Petang, Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap fakta baru. 

Setelah sebelumnya muncul dugaan adanya kapal yang dijadikan tempat penampungan solar sebelum dikirim ke luar daerah, kini terungkap aktivitas tersebut sudah berlangsung lama.

Praktik yang diduga merugikan negara itu bukanlah operasi sesaat. Aktivitasnya berlangsung hampir setiap hari, dengan pola yang sama dan seolah berjalan tanpa hambatan.

"Sudah lama, sekitar empat tahunan (beraktivitas)," ungkap sumber kepada media ini, Minggu (19/7/2026).

Disamping itu, oknum anggota Polda Sulsel bernama Virhan diduga menjadi pemegang kendali dari praktik penimbunan BBM tersebut.

Jaringannya menguras solar subsidi dari sejumlah SPBU di Jeneponto menggunakan berbagai jenis kendaraan, mulai mobil box, Panther, Kijang hingga truk. Selain nama Kr Illang dan Dg Ngalle yang sebelumnya disebut sebagai pemasok, kini muncul nama lain, yakni Dg Kulle.

Dalam pemberitaan sebelumnya, sumber juga mengungkap dugaan bahwa solar subsidi yang telah dikumpulkan dibawa ke pesisir Petang untuk ditampung di atas kapal. Setelah volumenya mencapai puluhan ton, BBM tersebut dikirim ke luar Sulsel, bahkan disebut mengarah ke kawasan industri di Morowali.

Bagaimana mungkin aktivitas itu luput dari perhatian aparat penegak hukum?

Pertanyaan itu mengemuka dari seorang warga yang mengaku tinggal di sekitar lokasi. Melalui kolom komentar Facebook pada pemberitaan sebelumnya, akun Kaka Boz mengaku hampir setiap hari melihat kendaraan yang diduga membawa solar subsidi menuju lokasi penampungan.

"Saya yakin aparat setempat pasti mengetahui, karena mobil penyuplai setiap hari lewat depan rumah. Bahkan saya pernah melihat proses pembongkarannya. Memang betul sekali itu ada di ujung Kampung Petang. Jadi kalau memang mau ditangkap itu mudah sekali karena pelakunya main tiap hari. Cuma yang jadi pertanyaan, siapa yang harus menangkap dan siapa yang harus ditangkap?" tulisnya, 19 Juli 2026.

Sebelumnya, media ini juga mengonfirmasi seorang oknum anggota Polda Sulsel yang namanya disebut oleh sumber. Melalui pesan WhatsApp, yang bersangkutan membantah mengetahui maupun terlibat dalam aktivitas tersebut.

"Tidak kutahu pak." ujarnya

Saat kembali ditanya mengenai dugaan keterlibatannya, ia menjawab singkat.

"Bukan pak." lanjutnya.

Kr Illang yang diduga merupakan penyuplai BBM subsidi saat dihubungi melalui pesan whatsapp belum memberikan respon. Sementara upaya media ini menghubungi Dg Ngalle dan Dg Kulle yang juga disebut sebagai pihak lain yang memasok solar hingga kini belum bisa dikonfirmasi karena terkendala nomor kontak.

Media ini juga tetap membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang namanya disebut dalam pemberitaan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan.