Oknum Polisi Polda Sulsel Diduga Jadi Bos Mafia BBM di Jeneponto, Solar Ditampung hingga Puluhan Ton Sebelum Dikirim
PORTALINDEPENDEN.COM, JENEPONTO - Dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mencuat di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel). Aktivitas tersebut diduga berlangsung di wilayah pesisir Petang, Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke.
Seorang sumber mengungkapkan, praktik tersebut diduga dikendalikan oleh oknum anggota Polda Sulsel bernama Virhan. Menurutnya, aktivitas itu memanfaatkan kapal sebagai lokasi penampungan sebelum BBM dikirim ke luar daerah.
"Kan ri Petang mami nenne nganu (beraktivitas), pak Virhan minjo ri Petang (sekarang sisa di Petang yang beraktivitas. Iya, pak Virhan yang beraktivitas di Petang)," ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Ia menyampaikan, sejumlah pemasok BBM ilegal ke tempat penampungan milik Virhan adalah Dg Ngalle dan Kr Illang. Solar subsidi itu diangkut menggunakan mobil lalu dibawa ke lokasi.
Ia juga menyebut bahwa BBM yang dikumpulkan tidak langsung diberangkatkan, melainkan menunggu hingga mencapai puluhan ton.
"Biasanya 30 ton dia muat," katanya.
Ia membeberkan, solar itu kemudian dikirim menggunakan kapal menuju kawasan industri di luar Sulsel.
"Arah-arahnya ke Morowali, tempat industri," ungkapnya.
Selain diduga memanfaatkan kapal sebagai lokasi penampungan, para mafia BBM di Jeneponto juga disebut menggunakan berbagai jenis kendaraan untuk menguras solar subsidi dari sejumlah SPBU. Kendaraan yang digunakan bervariasi, agar aktivitas pengisian tidak mudah terdeteksi.
"Banyak mobil, ada mobil kampas (box), Panther, Kijang, truk," ujarnya.
Sementara itu, Virhan yang dikonfirmasi membantah tudingan tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui aktivitas yang dimaksud.
"Tidak kutahu pak," singkat Virhan melalui pesan Whatsapp, Jumat (17/7/2026).
Virhan juga membantah jika dirinya terlibat dalam kegiatan melanggar hukum tersebut.
"Bukan pak," tegasnya.
Kr Illang yang diduga merupakan penyuplai BBM subsidi saat dihubungi melalui pesan whatsapp belum memberikan respon. Sementara upaya media ini menghubungi Dg Ngalle yang juga disebut sebagai pihak yang memasok solar hingga kini belum bisa dikonfirmasi karena terkendala nomor kontak.
