KKNT XLVII UKI Toraja Wujudkan Literasi Digital dan Lingkungan Bersih di Lembang Sapan Kua-Kua
Berlokasi di Lembang Sapan Kua-Kua, Kecamatan Buntao’, Kabupaten Toraja Utara, tim KKNT menghadirkan rangkaian pengabdian yang berfokus pada dua program utama, didukung berbagai kegiatan kemasyarakatan dan pelayanan gereja.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Zatman Payung, M.Pd.,
Untuk menjawab tantangan utama di lokasi pengabdian, KKNT XLVII menetapkan dua program kerja utama yang saling melengkapi:
Guna membekali generasi muda di era digital, mahasiswa menggelar sosialisasi literasi digital bagi siswa-siswi SMPN 1 Buntao.
Edukasi mencakup empat pilar utama (digital skills, safety, ethics, dan culture). Para siswa diajak memahami bahaya penipuan online, perlindungan data pribadi (NIK, PIN, OTP), verifikasi hoaks, serta penerapan prinsip STOP (Saring, Teliti, Observasi, Pikir) dengan semangat "saring sebelum sharing".
Kegiatan ini menjadi bentuk penerapan numerasi kontekstual, di mana siswa diajak bernalar kritis saat mendapati angka, nominal, atau data kuantitatif di internet.
Menjawab minimnya sarana pembuangan sampah di pusat pelayanan warga, mahasiswa memanfaatkan bambu lokal untuk membuat tempat sampah ramah lingkungan.
Fasilitas tempat sampah tersebut ditempatkan di area Kantor Lembang Sapan Kua-Kua guna mendorong kebiasaan hidup bersih masyarakat.
Selain dua program utama tersebut, tim KKNT XLVII UKI Toraja juga memperluas manfaat pengabdian melalui sejumlah program pendukung:
Pembuatan Gapura: Didirikan untuk memperkuat identitas wilayah Lembang Sapan Kua-Kua sekaligus mempercantik estetika lingkungan bagi warga dan pengunjung.
Mengajar di Sekolah Dasar (SD): Mahasiswa turun langsung membantu guru-guru SD dalam memberikan materi pembelajaran, motivasi, dan pendampingan bagi siswa.
Aksi Bersih Lingkungan: Kegiatan gotong royong membersihkan pemukiman dan sarana umum bersama warga demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Sisi pengabdian mahasiswa makin utuh melalui keterlibatan aktif dalam pelayanan gereja. Di luar jadwal program kerja, para mahasiswa secara rutin mengambil bagian dalam mengajar anak-anak Sekolah Minggu, (PPGT), serta (PWGT).
Kehadiran mahasiswa KKNT XLVII UKI Toraja mendapat apresiasi hangat dari pemerintah Lembang Sapan Kua-Kua, pihak sekolah, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Kolaborasi antara edukasi digital, pengadaan fasilitas lingkungan, pembangunan fisik, hingga pelayanan gereja menjadikan pengabdian ini sebagai cerminan nyata dari nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Diharapkan, jejak positif dan fasilitas yang ditinggalkan dapat terus dirawat oleh warga, serta menjadi inspirasi bagi pelaksanaan pengabdian masyarakat di masa mendatang.




