HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Mahasiswa KKNT UKI Toraja Hadirkan Spot Foto untuk Perkenalkan Sejarah Landorundun


PORTALINDEPENDEN.COM, TORAJA UTARA - Sebuah spot foto hadir di Lembang Landorundun, Kecamatan Sesean Suloara’, Kabupaten Toraja Utara. Fasilitas yang dibangun mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) XLVII Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) ini bukan sekadar tempat untuk berfoto. Spot foto tersebut dirancang sebagai media untuk memperkenalkan sejarah, kearifan lokal, dan keindahan alam Landorundun kepada masyarakat dan pengunjung.

Memanfaatkan panorama persawahan, pegunungan, dan bebatuan yang menjadi karakteristik wilayah Landorundun, mahasiswa menghadirkan ruang yang memadukan keindahan alam dengan informasi sejarah. Di sekitar spot foto dipasang banner yang memuat sejarah singkat Landorundun. Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati panorama sekaligus memperoleh informasi mengenai sejarah dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.

Mengabadikan Keindahan, Mengenalkan Sejarah

Pembangunan spot foto menjadi salah satu program utama mahasiswa KKNT XLVII UKI Toraja selama berada di Lembang Landorundun.

Konsepnya disusun berdasarkan hasil observasi terhadap potensi alam yang ada. Hamparan persawahan, pegunungan, dan bebatuan dijadikan latar utama spot foto.

Mahasiswa berupaya mempertahankan karakter lingkungan sekitar sehingga panorama alam tetap menjadi bagian utama dari daya tarik lokasi.

Namun, spot foto tersebut memiliki fungsi yang lebih luas. Kehadiran banner sejarah membuat fasilitas ini menjadi salah satu media untuk mengenalkan sejarah Landorundun kepada masyarakat.

Pengunjung tidak hanya datang untuk mengambil gambar. Mereka juga dapat membaca informasi sejarah dan mengenal kearifan lokal yang melekat pada wilayah tersebut.

Didukung Dosen Pembimbing dan Pemerintah Lembang

Pelaksanaan program KKNT mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Yohanis Lotong Ta’dung, S.E., M.Ak. memberikan bimbingan, arahan, dan masukan kepada mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan hingga proses penyusunan laporan. Pendampingan tersebut membantu mahasiswa menjalankan program sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi KKNT. Dukungan juga diberikan oleh Kepala Lembang Landorundun, Janwandi Kala’ Tiku, bersama jajaran pemerintah Lembang.

Pemerintah Lembang membantu koordinasi serta memberikan kemudahan dalam berbagai urusan selama mahasiswa melaksanakan program di lapangan.

Kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah Lembang, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.

Spot Foto sebagai Media Sejarah

Pengembangan spot foto menjadi menarik karena menggabungkan tiga unsur utama Landorundun, yaitu alam, sejarah, dan kearifan lokal.

Keindahan persawahan dan pegunungan menjadi daya tarik visual. Spot foto menjadi fasilitas yang dapat digunakan untuk mengabadikan panorama tersebut. Sementara banner sejarah memberikan informasi mengenai identitas dan sejarah Landorundun.

Konsep tersebut diharapkan dapat membuat sejarah lokal lebih mudah dikenal, khususnya oleh generasi muda dan pengunjung yang datang ke lokasi.

Dengan cara ini, sejarah tidak hanya disimpan dalam cerita masyarakat, tetapi juga diperkenalkan melalui ruang yang dapat dikunjungi dan dilihat secara langsung.

Berpotensi Mendukung Ekonomi Masyarakat

Selain memperkenalkan sejarah, keberadaan spot foto memiliki potensi untuk mendukung pengembangan wisata lokal.

Jika kunjungan masyarakat dan wisatawan berkembang, masyarakat dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan UMKM dan usaha lokal, seperti makanan dan minuman, kerajinan, serta produk lokal lainnya.

Meski demikian, peningkatan jumlah pengunjung dan pendapatan masyarakat belum dapat disebut sebagai hasil langsung dari pembangunan spot foto. Program KKNT belum melakukan pengukuran jumlah pengunjung sebelum dan sesudah fasilitas tersebut dibangun.

Karena itu, spot foto tersebut saat ini merupakan langkah awal dan peluang yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pemerintah Lembang dan masyarakat.

Menjadi Warisan Program KKNT

Program pembangunan spot foto dilaksanakan melalui tahapan observasi, sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mahasiswa berinteraksi langsung dengan pemerintah Lembang dan masyarakat untuk mengidentifikasi potensi serta kebutuhan wilayah.

Keberadaan spot foto dan banner sejarah diharapkan tidak berhenti sebagai hasil program mahasiswa.

Pemeliharaan fasilitas dan pengelolaan secara berkelanjutan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah Lembang dan masyarakat dapat mengembangkan kawasan tersebut secara bertahap dengan menghubungkannya dengan potensi wisata dan produk lokal.

Bagi mahasiswa KKNT XLVII UKI Toraja, spot foto tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata selama berada di Lembang Landorundun.