Mahasiswa UKI Toraja Inisiasi Gerakan MARAMPA’, Perkuat Perempuan Cegah Kekerasan Berbasis Gender di Toraja Utara
Gerakan berbasis komunitas ini dikembangkan untuk memperkuat peran perempuan dalam pencegahan dan respons awal terhadap kekerasan berbasis gender.
PKM-PM MARAMPA’ merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) 2026. Program ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai Indah Palimbong, bersama Riati Salu, Rante Arung Patawang, dan Agnes Trijuista Rappan, di bawah pendampingan Iindarda Sangkung Panggalo, M.Psi., Psikolog.
Gerakan MARAMPA’ lahir dari kebutuhan untuk membangun lingkungan komunitas yang lebih peduli dan mampu mengambil peran ketika berhadapan dengan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
MARAMPA’ sendiri merupakan akronim dari Masyarakat Adat Ramah Perempuan dan Anak. Dalam bahasa Toraja, marampa’ memiliki makna damai, tenteram, dan nyaman, yang kemudian menjadi semangat dalam membangun gerakan.
Kegiatan pemberdayaan dilaksanakan pada 27 Juni, 30 Juni, dan 1 Juli 2026 di Jemaat Tondok Batu dengan melibatkan 15 anggota PWGT yang dipilih berdasarkan komitmen dan potensinya sebagai penggerak.
Para peserta diperkuat sebagai Sahabat MARAMPA’, yaitu perempuan komunitas yang dibekali untuk melakukan edukasi, memberikan dukungan awal sesuai batas peran, serta membantu menghubungkan individu yang membutuhkan pertolongan dengan layanan yang tepat.
Berbeda dari pendekatan yang hanya berfokus pada pemberian informasi, MARAMPA’ menggunakan Dukungan Psikososial Berbasis Komunitas sebagai pendekatan utama. Melalui pendekatan ini, komunitas diperkuat agar mampu menjadi lingkungan sosial yang lebih peduli dan suportif tanpa mengambil alih peran tenaga profesional dalam penanganan kasus kekerasan.
Kegiatan pemberdayaan dilakukan melalui psikoedukasi, diskusi, lokakarya, simulasi kasus, penyusunan rencana aksi, serta pemetaan risiko, kebutuhan, dan alur rujukan berbasis komunitas.
Peserta dibekali pemahaman tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak serta keterampilan dasar Dukungan Psikososial, seperti mendengarkan, komunikasi empatik, memberikan dukungan awal, dan memahami batas peran.
Pendekatan ini dipadukan dengan nilai lokal Toraja Sikamali’, Siangga’, na Siangkaran yang mengandung semangat saling peduli, menghargai, dan menguatkan sebagai landasan dalam membangun dukungan berbasis komunitas.
Ketua PWGT Jemaat Tondok Batu, Deyce Gayang Pakan, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan semangat Gerakan MARAMPA’ di lingkungan komunitas.
“Kami berkomitmen dengan adanya Gerakan MARAMPA’ ini kami bisa bergerak erempu untuk mencegah kekerasan yang terjadi pada erempuan dan anak di sekitar lingkungan kami,” ungkap Deyce.
Sementara itu, dosen pendamping PKM-PM MARAMPA’, Iindarda Sangkung Panggalo, M.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa PKM-PM menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Program ini bertujuan untuk menumbuhkan empati mahasiswa terhadap persoalan yang dihadapi oleh masyarakat melalui penerapan IPTEK yang menjadi solusi tepat bagi persoalan atau kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Gerakan MARAMPA’ diharapkan terus bertumbuh dan mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk membangun komunitas yang semakin peduli, aman, dan ramah bagi perempuan dan anak.
Tim PKM-PM MARAMPA’ mengajak masyarakat untuk ikut menghidupkan semangat Sikamali’, Siangga’, na Siangkaran dalam upaya mencegah kekerasan dari lingkungan terdekat.
Penghargaan yang sebesar-besarnya kepada PWGT Jemaat Tondok Batu sebagai mitra, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Universitas Kristen Indonesia Toraja atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan sehingga program ini dapat terlaksana.
MARAMPA’ adalah langkah kecil yang diharapkan terus hidup menjadi gerakan bersama, karena menciptakan ruang yang aman bagi perempuan dan anak membutuhkan kepedulian kita semua.


